Hasil pengecekan merek berpeluang rendah, bagaimana kalau tetap didaftarkan?

Paling sering dijumpai pelaku usaha melakukan permohonan pendaftaran merek setelah usahanya berjalan, dimana gerai usahanya mulai tumbuh menyebar; mereknya sudah beredar di pasaran; konsumen sudah mulai banyak yang loyal terhadap produk/jasa dengan merek tersebut; kemudian barulah merek dilakukan permohonan pendaftaran.
Namun sering pada tahap pengecekan merek, diketahui bahwa mereknya ada persamaan dengan merek milik pihak lain yang telah dilakukan permohonan terlebih dahulu untuk jenis barang/jasa sejenis, sehingga sudah barang tentu apabila merek tersebut dilakukan permohonan pendaftaran nantinya bakal ditolak.
Lantas haruskah merek tersebut tetap dilakukan permohonan pendaftaran merek?
Kalau diganti maka bagaimana dengan resiko bisnisnya? Biaya-biaya yang muncul seperti mengganti signboard pada setiap gerai usahanya saja dapat mencapai ratusan juta, belum lagi resiko kehilangan konsumen yang sudah loyal.

Ada sebuah pengalaman dari seorang klien yang cerdik mensiasati permasalahan serupa diatas.

Pak Fulan (nama hanya ilustrasi) adalah seorang pengusaha restoran dengan merek XYZ (merek hanya ilustrasi) yang memulai usahanya dari nol. Usahanya tumbuh dengan pesat hingga banyak pihak lain yang ingin mempunyai usaha yang sama. Singkat kata pak Fulan mulailah dengan me-waralaba-kan restorannya dengan merek XYZ. Pak Fulan kemudian melakukan permohonan pendaftaran merek XYZ sebagai salah satu persyaratan Waralaba. Dalam satu tahun waralaba restorannya tumbuh mencapai puluhan restoran XYZ yang tersebar di pulau Jawa. Namun berita mengagetkan diterima di tahun kedua, permohonan pendaftaran merek XYZ ditolak. Saat itulah pak Fulan menghubungi kami dan menjadi klien kami.
 
Kami menyarankan pak Fulan melakukan pengecekan merek XYZ melalui layanan Analisa Penelusuran Merek  di IPINDO. Dari hasil Analisa Penelusuran Merek ditemukan andanya merek XYZ1 yang memiliki Persamaan Pada Pokoknya sehingga Peluang diterimanya permohonan merek XYZ adalah rendah. Hal ini ternyata sesuai dengan surat Penolakan dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) yang diterima pak Fulan bahwa permohonan merek XYZ ditolak karena adanya merek XYZ1 yang terdaftar terlebih dahulu pada jenis jasa sejenis.
Namun pak Fulan sangat cerdik mengatasinya.
Pak Fulan mendaftarkan kembali merek XYZ yang sama, pertimbangannya adalah sbb.:
1. Jika mengganti merek, maka dia akan mengalami kerugian yang besar antara lain:
- Harus mengganti signage dan lain-lain yang berhubungan dengan brand identity waralaba restorannya, yang akan menghabiskan biaya ratusan juta rupiah.
- Kehilangan konsumen yang sudah loyal dengan restoran XYZ.
2. Persyaratan waralaba tidak mengharuskan merek sudah bersertifikat/disetujui, merek masih dalam Proses Permohonan Pendaftaran pun diperbolehkan. (PP no 42 tahun 2007 tentang waralab).
3. Merek XYZ1 sebagai dasar penolakan merek XYZ milik pak Fulan adalah dimiliki seseorang di Kalimantan, yang berdasarkan survey pak Fulan sudah tidak ada restoran XYZ1 disana.
4. Menurut pertimbangan pak Fulan, resiko merek XYZ digugat oleh pemilik merek XYZ1 adalah kecil. Dia menyadari bahwa pelanggaran merek adalah merupakan delik aduan, sehingga jika pemilik merek XYZ1 tidak melakukan pengaduan atau laporan maka pelanggaran/tindak pidana tidak dapat diproses.

Bisnis waralaba Restoran XYZ semakin berkembang. Merek XYZ dilakukan permohonan kembali berulang kali setiap permohonan merek XYZ ditolak. Setelah 3 kali ditolak, pada permohonan pendaftaran merek ke 4 kalinya diterima/disetujui DJKI hingga bersertifikat, rupanya merek XYZ1 yang menjadi dasar penolakan permohonan merek XZY sebelumnya sudah kadaluarsa dan tidak dilakukan perpanjangan.
Berkaca dari pengalaman pak Fulan, kadang dalam melakukan usaha kita harus pandai berhitung antara pertimbangan Bisnis dan pertimbangan Hukum. Pandai menghitung Untung, Rugi, Peluang, Resiko, dan bagaimana mengantisipasi & mengatasi resiko.

Untuk itu lakukan permohonan pendaftaran merek sebelum usaha dimulai. Idealnya usaha dimulai dengan merek yang sudah terdaftar (diterima dan bersertifikat). Apabila usaha sudah dimulai sementara merek masih dalam proses permohonan pendaftaran maka pandailah menghitung Untung, Rugi, Peluang, Resiko, dan bagaimana mengantisipasi & mengatasi resiko.

info Pengecekan Merek
info penggunaan merek yang masih dalam proses permohonan pendaftaran

 

 

IPINDO® || SK. Menteri Hukum & HAM Republik Indonesia . No.: M.HH-40.HI.07.01 2011 ||
Call/WA: 081572345669 | 081222203669 | 08112011569 | 081366687010 |

Konsultan HKI Terdaftar

Konsultan HKI Terdaftar

Konsultan HKI Terdaftar.
Nomor: 552
SK. Menteri Hukum & HAM
Republik Indonesia
No.: M.HH-40.HI.07.01 2011

 

Live Chatting

 

FAQ

Go to top